sebuah cerita nyata seorang anak yang hidup di sebuah desa tinggal berkumpul dengan orang tuanya dan saudara-saudara orang tuanya memang anak itu selalu dimanja disayang tapi anak itu merasa tertekan sama sikap orang tuanya.
berawal dari sejak sekolah dasar anak itu merasa senang karna oleh orang tuanya amat disayang, anak itu dimanja minta ini dan itu selalu di beri, anak itu cerdas tapi rada pemalas, setelah lulus sekolah dasar anak itu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah menengah pertama, anak itu mendapatkan nilai yang ama bagus sehingga di terima di sekolah favourite di kota.
anak itu merasa kesepian karna anak itu hanya sendiri dari desa sedangkan yg lain berasal dr anak kota tetapi anak itu tak merasa iba sedikitpun anak itu pergi kekota untuk mencari ilmu dan menambah teman, tetapi anak itu mulai menjadi malas karna terdapat masalah sama orang tua yg selalu memarahinya tidak jelas anak itu stres dan merasa tertekan akan keadaan rumahnya,
sampai kejenjang yg lebih tinggi anak itu masih saja di perlakukan seperti anak kecil saja sehingga sikap anak itu tetap saja seperti anak kecil. dan tidak mudah bergaul seakan tertutup tetap anak itu memiliki keinginan ingin mempunai banyak teman tapi karna anak itu kuper ( kurang pergaulan ) jadi tidak tahu bagaimana rasanya memiliki teman,
sampai sekarang anak itu hanya diam didalam rumah dan keluar hanya bermain dengan adik-adiknya anak itu merasa rumah itu adlah penjara baginya, meskipun anak itu mengerti orang tuanya begitu sayang erhadap anaknya, tapi anag itu juga butuh kebebasan, sampai saat mau ke jenjang yg lebih tinggi jga orang tuanya melarang kuliah jauh-jauh, padahal anak itu memiliki keinginan untuk sekolah jauh, jadi meskipun anak itu berkata benar tetap saja salah di mata orang tuanya karna tak pernah patuh atas keinginan orang tuanya..
jadi bagi orang tua yg menyayangi anaknya biarkanlah anaknya memiliki keinginan sendiri tapi tetaplah awasi jangan sampai terjerumus pergaulan bebas..
:)
pesan : biarkanlah anak memiliki inspirasi dan pemikiran sendiri orang tua tetap emdukung dan mengawasinya..
berawal dari sejak sekolah dasar anak itu merasa senang karna oleh orang tuanya amat disayang, anak itu dimanja minta ini dan itu selalu di beri, anak itu cerdas tapi rada pemalas, setelah lulus sekolah dasar anak itu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah menengah pertama, anak itu mendapatkan nilai yang ama bagus sehingga di terima di sekolah favourite di kota.
anak itu merasa kesepian karna anak itu hanya sendiri dari desa sedangkan yg lain berasal dr anak kota tetapi anak itu tak merasa iba sedikitpun anak itu pergi kekota untuk mencari ilmu dan menambah teman, tetapi anak itu mulai menjadi malas karna terdapat masalah sama orang tua yg selalu memarahinya tidak jelas anak itu stres dan merasa tertekan akan keadaan rumahnya,
sampai kejenjang yg lebih tinggi anak itu masih saja di perlakukan seperti anak kecil saja sehingga sikap anak itu tetap saja seperti anak kecil. dan tidak mudah bergaul seakan tertutup tetap anak itu memiliki keinginan ingin mempunai banyak teman tapi karna anak itu kuper ( kurang pergaulan ) jadi tidak tahu bagaimana rasanya memiliki teman,
sampai sekarang anak itu hanya diam didalam rumah dan keluar hanya bermain dengan adik-adiknya anak itu merasa rumah itu adlah penjara baginya, meskipun anak itu mengerti orang tuanya begitu sayang erhadap anaknya, tapi anag itu juga butuh kebebasan, sampai saat mau ke jenjang yg lebih tinggi jga orang tuanya melarang kuliah jauh-jauh, padahal anak itu memiliki keinginan untuk sekolah jauh, jadi meskipun anak itu berkata benar tetap saja salah di mata orang tuanya karna tak pernah patuh atas keinginan orang tuanya..
jadi bagi orang tua yg menyayangi anaknya biarkanlah anaknya memiliki keinginan sendiri tapi tetaplah awasi jangan sampai terjerumus pergaulan bebas..
:)
pesan : biarkanlah anak memiliki inspirasi dan pemikiran sendiri orang tua tetap emdukung dan mengawasinya..
Comments
Post a Comment